DPRD KABUPATEN TULUNGAGUNG KUNJUNGI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN NGAWI, BAHAS INOVASI PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL
Ngawi – Upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi. Hal tersebut menjadi salah satu topik dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi pada Senin 10 Agustus 2026.

Kunjungan yang diikuti oleh 14 orang dari DPRD Kabupaten Tulungagung tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi dan bertukar pengalaman mengenai penerapan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, khususnya dalam mendukung pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Rombongan DPRD Kabupaten Tulungagung diterima oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi bersama Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, serta Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai upaya dan inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran perpustakaan desa. Konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi salah satu pendekatan yang dinilai mampu memperluas manfaat perpustakaan agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai tempat penyedia bahan bacaan, tetapi juga mampu menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan masyarakat. Melalui berbagai program dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan warga, perpustakaan dapat memberikan akses terhadap informasi, pengetahuan, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan ekonomi.
Penguatan kapasitas masyarakat melalui perpustakaan diharapkan dapat mendorong munculnya berbagai kegiatan produktif, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan usaha yang dimiliki. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana berbagi praktik baik antara Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Ngawi dalam mengembangkan layanan perpustakaan yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam pengembangan kebijakan dan program perpustakaan di masing-masing daerah.

Melalui penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan desa diharapkan mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata, tidak hanya dalam meningkatkan literasi, tetapi juga dalam mendorong pemberdayaan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Dari perpustakaan, tumbuh pengetahuan. Dari pengetahuan, lahir masyarakat yang berdaya.
@ngawikab
#salamliterasi
#salamarsip


