PERPUSTAKAAN NGAWI MENJALIN KERJASAMA DENGAN DWP UPT BADAN PENDAPATAN DAERAH JAWA TIMUR

 

Pada akhir Bulan Maret kemarin, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi menerima kunjungan dari Dharma Wanita Persatuan UPT Badan Pendapatan Daerah Propinsi Jawa Timur. Agenda utama kunjungan tersebut adalah penandatangan Perjanjian kerja sama atau MOU tentang pengelolaan perpustakaan. Dengan adanya MOU ini diharapkan dapat memacu peningkatan minat baca di Kabupaten Ngawi yang selama ini masih stagnan.

“Kami ingin bertukar pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan dengan Dinas Perpustakaan Ngawi. Penyediaan fasilitas buku, teknik pengelolaan bahan perpustakaan, dan penyampaian informasi terbaru tentang perkembangan perpustakaan adalah kerangka utama dalam kerjasama ini” terang Ny. Susinto, ketua Dharma Wanita UPT Badan Pendapatan Dearah Propinsi Jawa Timur.

Untitled-1

Kerjasama tersebut disambut baik oleh Kadin Perpustakaan Ngawi, Ir. Slamet Purwono, M.M.A. Beliau menegaskan bahwa untuk meningkatkan minat baca dibutuhkan terobosan baru dan ide-ide cemerlang. Seperti kegiatan revitalisasi Perpustakaan berbasis Inklusi social, kerjasama dengan pihak lain, serta kegiatan literasi lainnya.

“Berdasarkan penelitian sebuah organisasi internasional posisi Indonesia berada diperingkat kedua dari bawah terkait dengan gerakan literasi. Untuk itu, diperlukan pendekatan-pendekatan terkait dengan pelayanan perpustakaan, agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pemustaka,” paparnya.

Dalam acara tersebut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi memperkenalkan program revitalisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang disampaikan oleh Suyatno, SE, Kabid DPP Bahan Pustaka. Program ini  diadopsi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang bertujuan untuk membantu individu dan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri.

Di penghujung acara disepakati bahwa untuk meningkatkan minat baca, sebisa mungkin menanamkan paradigma kepada masyarakat bahwa:

  1. Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahunan, pusat kegiatan masyarakat dan pusat kebudayaan;
  2. Perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat;
  3. Perpustakaan menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat; dan
  4. Perpustakaan adalah fasilitas masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

 

(Titik Ratriani, S.Sos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *